Cara Sederhana Membudidayan Jarum Tiram Putih untuk pemula

Membudidayakan jamur tiram sangatlah sesuai di Indonesia yang iklimnya tropis. Dalam berbisnis budidaya jamur tiram tidak memerlukan biaya yang cukup tinggi bila masih keberatan anda dapat mengakalinya dengan proses bertahap untuk bahan dan alatnya

Nama latin dari jamur tiram ialah Pleurotus eryngii atau disebut king osyter mushroom.

Jamur tiram dapat tumbuh di alam bebas misalnya bergantung pada batang kayu lapuk pada pepohonan dengan udara yang sejuk.

Jamur tiram memiliki istilah binomial pleurous ostreatus sebab tumbuh dengan tangkai yang menyamping.

Warna hitam, coklat maupun putih pada bagian tudung dari jamur tiram memiliki permukaan licin dengan diameter 5-15 cm yang sedikit berlekuk. Jamur ini juga mempunyai batang ukuran 8-11×3-4μm dan miselia yang tumbuh cepat dengan warna putih.

Jamur tiram dapat tumbuh di berbagai pegunungan atau kawasan hutan yang sejuk. Jamur tiram dapat dikatakan sejenis jamur kayu sebah tubuhnya terlihat seakan bertumpuk pada permukaan batang pohon lapuk atau pepohonan bekas ditebang.

Siklus hidup jamur

Pada masa siklus nya jamur tiram mengalami dua tipe perkembangan dalam proses hidupnya yaitu dengan seksual atau aseksual

Maka dari itu sebelum budidaya jamur tiram kita perlu mengetahui habitat alami bagaimana jamur ini tumbuh. Kebanyakan para pembudidaya perlu menyiapkan bekas serbuk gergaji kayu untuk membudidayakannya.

Budidaya menggunakan serbuk gergaji  ini selain menghemat tempat juga mendapatkannya cukup mudah.

Budidaya jamur tiram saat ini sangat digeluti oleh para wirausaha karena keuntungan yang didapatkannya bisa dibilang lumayan banget. Apalagi saat ini produksi camilan ringan berbahan dasar jamur salah satunya jamur krispi berkembang dimana mana

ini tentunya kita bisa masuk dalam lini bisnisnya bila bisnis kita sudah besar.

Sebelum langsung mencoba membudidayakan jamur tiram kami sudah merangkum beberapa artikel dari berbagai sumber untuk dijadikan referensi :

  1. Membangun rumah kumbung untuk tempat baglog

Pada awalnya membangun rumah kumbung sangat perlu dilakukan sebab ini nanti yang akan kita gunakan sebagai tempat pembudidayaan jamur.

Apakah ada yang tidak tahu rumah kumbung apa?

Rumah kumbung ialah sebuah bangunan yang terbuat dari bambu maupun kayu pada dindingnya dengan menggunakan genteng untuk atapnya.

Di dalam nya kita isi dengan rak untuk baglog sebagai pertumbuhan jamur yang sesuai dengan suhu dan kelembapannya maka jangan gunakan  esbes untuk atapnya karena akan mempengaruhi suhu tinggi di dalamnya

Untuk ketinggian rak antar ruang kurang lebih sekitar 40 cm dengan dibuat 2-3 tingkat, buatlah panjang setiap ruas rak 1 m dan lebar 40cm.

Nanti setiap ruas rak akan mampu diisi 7-=8- baglog, tapi tetap sesuaikan dengan perencanaan awal anda berapa jumlah yang mau dibudayakan.

Oh iya jangan lupa sebelum kumbung siap diisi bersihkan dulu dengan cara penyemporatan fungsida dan diamkan selama 5 hari.

2. Proses persiapan baglog untuk proses budidaya jamur

Baglog ialah wadah tempat pembibitan jamur tiram. penggunaan serbuk gergaji kayu yang di bikin silinder merupakan budidaya jamur tiram modern.

Bahan yang perlu digunakan untuk membuat kayu tiruan ialah serbuk gergaji kayu, kapur, pupuk, air, sumber gula.

Proses pembuatannya ialah dengan menyiapkan serbuk gergaji kayu lalu dibungkus sedemikan rupa pada plastik dengan bentuk silinder serta tak lupa memberi lubang pada ujungnya.

Penyusunannya dibedakan menjadi dua dan sebenarnya hasilnya pun hampir sama saja yaitu dengan cara vertikal yang lubang baglog menghadap ke atas dan horizontal yang lubang baglog menghadap kesamping

Melakukan pembudidayaan jarum tiram dalam jumlah besar para petani biasanya menghemat biaya produksi dengan membuat baglog sendiri. Tetapi bila untuk pemula disarankan untuk membeli saja sebab untuk awalan tidak memerlukan bahan yang banyak dan meminimalisir waktu biar efesien.

Untuk pembelian baglog yang ukuran 1 kg dipasaran seharga 3ribu – 5rb an tergantung lokasi anda.

Tapi bila tetap memilih berkreasi membuat sendiri tidak masalah juga sebab banyak referensi cara pembuatan baglog jamur tiram.

Untuk penempatan baglog bisa vertikal maupun horizontal, keduannya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing

3. proses sterilisari pada jamur tiram

Siapkan wadah besar untuk merebus bahan yang diperlukan dengan meletakan sarangan kira kira 1/3 dari bagian wadah yang anda gunakan dan untuk air bersih isikan 1/4 bagian.

Nyalakan sumber panas serta memasukan media tanam ke dalam plastik besar tahan panas searah tas drum. Proses sterilisasi menggunakan uap ini memerlukan waktu sekitar 7 jam dengan suhu 90 C.

4. Teknik penanaman bibit atau disebut inokulasi

Proses sterlisasi telah kita selesaikan lalu ambil baglog dari dalam wadah keluar dan biarkan sampai normal. Setelah suhu normal proses penanaman bibit bisa dilakukan dengan memasukan bibit pada bagian atas dan usahan meletakannya merata pada bagian atas permukaan

Agar proses penanaman lebih kuat kita perlu mengikatnya dengan cara memasukan pralon ke ujung baglog selajutnya tutup dengan kertas bekas koran kemudian ikat menggunakan karet.

Saat penanaman bibit disarankan tidak melebihi waktu 24 jam dari proses sterlisasi

5. Merawat Baglog

Sebelum baglog dimasukan ke dalam rak perlu diperhatikan kertas pada penutup baglog dibuka dan dibiarkan selama 6 hari. selanjutnya proses pemberian ruang pertumbuhan jamur dengan memotong ujung baglog dan didiamkan lagI selama 3 hari

Dalam proses ini tidak perlu adanya penyiraman, hanya saja siramlah bagian lantai rak agar kelembaban tetap terjaga. Itupun perlu menggunakan sprayer jadi air bisa lebih bisa dikontrol. Usahakan suhu pada ruangan kumbung pada batas 15-23 derajat. Penyiraman hanya lakukan 3 kali sehari saja dan sesuaikan dengan suhu dan kelembapan.

 

6. Masa Panen Jamur Tiram

Anda dapat memanen jamur tiram bila sudah berusia 7-14 hari setelah tutup baglog kata yaitu pada saat permukaan pada baglog tertutupi oleh adanya miselium. untu jamur tiram yang dapat dipanen ialah jamur yang telah mekar ,besar dan ujungnya merunjing dengan warna putih bersih

Dan ketika masa panen telah usai jamur akan berwarna kecoklatan dan tudungnya pecah dan layu.

Proses pemanenan jamur dapat dilakukan sebanyak 6-8 kali bila merawat dengan baik. Biasanya baglog yang mempunyai beban 1 kg menghasilkan jamur sampai 0,9 kg.

Perlu diperhatikan juga bila masa panen telat satu hari saja akan berakibat jamur tiram langsung berwarna kecoklatan dan tidak akan lama akan layu.

Proses pemanenan berjarak 7-15 hari sejak panen yang pertama dan baglog bisa kita manfaatkan lagi untuk kompos.

Selamat mencoba !

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Comment