Contoh dan Cara Membuat Proposal Skripsi Yang Baik

Contoh proposal skripsi  – Mustahil menjadi sarjana tanpa menyelesaikan tugas akhir. Di kampus selain institut atau teknik biasanya tugas ini berupa skripsi. Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa skripsi merupakan karangan ilmiah yang menjadi kewajiban bagi mahasiswa sebagai syarat untuk memenuhi kelayakan mengakhiri pendidian akademisnya. Dosen akan memberi penilaian terhadap skripsi yang dibuat dan beliau juga yang memutuskan layak tidaknya mahasiswa penyusun tersebut mendapatkan gelar sarjana.

Berbicara mengenai mudah tidaknya proses penyusunannya, skripsi bisa disebut tugas besar yang memiliki bagian sulit dan bagian mudah dalam prosesnya. Namun bagaimanapun itu, jangan sampai kesulitan skripsi yang banyak dianggap rumit membuat Anda melepaskan gelar sarjana padahal sudah kuliah 4 tahun menghabiskan banyak biaya. Tetap ingat bagaimana dulu menginginkan dan berjuang masuk di kampus Anda dan berdoalah tidak tergoda putus kuliah di akhir yang tinggal selangkah lagi. Setelah itu Anda harus mencari cara menyudahi masa-masa kritis di perkuliahan tersebut. Oleh karena itu Anda harus mempelajari beberapa hal yang akan memperlancar pengerjaan skripsi Anda.

Contoh Proposal Skrisi

Idealnya memang Anda sudah belajar membuat skripsi sejak masih menjadi mahasiswa baru. Caranya yaitu banyak-banyaklah membaca proposal skripsi milik kakak tingkat atau yang ada di perpustakaan fakultas. Tindakan seperti ini akan membantu meringankan beban Anda pada saat sudah masuk ke semester akhir. Setidaknya Anda sudah punya gambaran mengenai topik apa yang akan diangkat dan bagaimana alurnya berjalan.

Anda harus tahu bahwa pengujian skripsi tidak sama dengan tugas biasa. Jika Anda sudah menyelesaikan laporan proposalnya maka selanjutnya adalah tahap seminar uji proposal (UP) harus dilewati. Seminar uji proposal ini menghadirkan para mahasiswa semester 7 disertai dosen penguji yang jumlahnya lebih dari satu. Nah, sampai di sini berdoalah uji proposal Anda diterima supaya bisa langsung melanjutkan ke penelitian sebagai tahap tak terpisahkan dari tugas akhir. Perlu diketahui bila doa Anda belum terkabul dan proposalnya gagal ujian itu artinya Anda harus merevisi laporan tersebut lagi lalu kembali mengikuti seminar uji proposal susulan.

Baca juga: Surat Lamaran Kerja Via Email

Baiklah, semoga dari sini Anda dapat memahami membuat skripsi tidak sama dengan makalah. Sekarang kita akan membagi proposal skripsi berdasarkan definisinya.

  1. Proposal Mini

Skripsi yang mini tetap berbentuk seperti proposal. Hanya saja yag seharusnya terdiri atas tiga bab tinggal jadi satu bab saja. Proposal skripsi mini ini kelemahannya adalah pada waktu penulisan skripsi yang lebih lama dibandinng jenis proposal skripsi lainnya. Hal ini disebabkan oleh keharusan mahasiswa menyelesaikan semua bab dalam skripsi secara terpisah sesudah proposal penelitiannya disetujui.

  1. Proposal Penuh

Ada tiga bab dalam proposal skripsi penuh, yakni bab 1, 2, 3 ditambah daftar pustaka di belakang sendiri. Beberapa perguruan tinggi malah mengharuskan proposal skripsi penuh hingga bab 4. Anda akan mendapat keuntungan dengan memilih proposal skripsi jenis penuh karena yang sudah Anda tulis di sini bisa dijadikan isi dari bab skripsi yang sebenarnya.

Perbedannya adalah di setiap bab skripsi itu nanti pasti harus banyak direvisi jika Anda sudah mendapatkan data dari penelitian lapangan. Sementara kerugian memilih proposal skripsi penuh adalah sewaktu uji proposal tidak berhasil maka penulisnya harus menyusun lagi proposal lainnya begitu pula dengan seminar yang wajib menyusul. Nah, Anda juga harus tahu ada hal-hal tertentu yang tidak boleh ditinggalkan pada saat pembuatan skripsi. Apa saja kira-kira hal  tersebut? Simak baik-baik ya karena ini benar-benar serius untuk kelulusan Anda sebagai mahasiswa.

A. BAB I

Bab I  ini adalah bagian pendahuluan yang berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat dan semuanya ditulis dengan bahasa baku sesuai kaidah penulisan Bahasa Indonesia. Di sini Anda menjelaskan aspek ontologis sekaligus aksiologisnya. Jika belum paham akan dijelaskan sekalian. Aspek ontologis berisi paparan latar belakang ditambah rumusan masalah. Sementara aspek aksiologis yaitu tujuan dan manfaatnya dibuat skripsi tersebut.

a. Latar Belakang

Di dalam bab 1 karya tulis ilmiah jenis apapun pasti yang paling awal adalah latar belakangnya. Lata belakang itu sendiri berisikan informasi  seputar tema yang Anda pilih sebagai pembahasan dalam proposal skripsi. Di sini ada data-data pendukung fakta yang membuat Anda harus membahas permasalahan tersebut. Lebih dari itu, alasan penelitian yang dilakukan pun wajib dijelaskan.

b. Rumusan Masalah

Di poin kedua ini ada masalah-masalah yang akan Anda selesaikan melalui serangkaian proses panjang dalam penelitian lapangan. Batasilah ruang lingkup pembahasan masalah supaya tetap konsisten dengan tema yang telahh diambil. Meskipun penjelasannya berbobot tapi jika melenceng dari topik tetap saja tidak baik.

Di rumusan masalah ini Anda didesak untuk memberi penjelasan bagaimana cara menyelesaikan suatu permasalahan. Penulisan dari rumusan masalah ini harus jelas dan singkat. Sehingga berupa pertanyaan pokok dan to the point.

c. Tujuan – Manfaat

Tujuan dengan manfaat bisa dipisah poinnya namun tetap saling berkaitan. Tujuan dari dibuatnya penelitian pada skripsi ini apa saja  diputuskan sesuai rumusan masalah sebelumnya. Selain itu, tujuan juga menjadi petunjuk jawaban dari hipotesis sementara yang menjadikan asumsi pribadi sebagai dasar berpijak.

Kegunaan dari hasil penelitian yang Anda lakukan apa saja dituliskan di bagian ini. Baik tujuan bagi masyarakat umum semisal warga desa, pemerintah daerah ataupun tujuan khusus contohnya berguna bagi mahasiswa yang menulis skripsi itu sendiri.

B. BAB II

Bab kedua dalam skripsi adaah tinjauan pustaka. Ruang lingkup tinjauan pustaka diantaranya kajian teori yang relevan dengan problem-problem dalam skripsi, tinjauan kepada hasil penelitian, rumusan hipotesis sebagai hasil akhir kajian teori sekaligus kerangka pemikiran yang  masih memiliki kaitan dengan  problem tersebut. Kajian teori dapat dilakukan dalam beberapa tahapan sebagai berikut:

  1. Kumpulkanlah asumsi atau opini yang memiliki kaitan dengan pokok permasalahan.
  2. Bandingkanlah lalu pilihlah teori yang menurut Anda coco untuk pemecahan masalah tersebut.
  3. Bahaslah keunggulan dan kelemahan teori-teori yang ada dan sudah Anda pilih.
  4. Tentukanlah teori yang akan dipilih sebaga dasar dalam analisis.

Sesudah empat tahapan tersebut selesai, maka di dalam tinjauan pustaka bisa disertakan hipotesisnya sekalian agar penelitian yang dilakukan semakin kuat. Hipotesis atau asumsi yang dimaksud di sini adalah dugaan sementara yang menjawab permasalahan dalam skripsi yang akan diuji.

C. BAB III

Metode penelitian merupakan pembahasan dari bab ini. Bisa dibilang bab ketiga ini adalah bagian terpenting dari proposal skripsi. Di metode penelitian ini Anda harus menuliskan secara jelas arus keberlangsugan penelitian yang Anda lakukan. Jika ingin skripsi Anda segera diterima dosen, sebaiknya Anda membuat metode penelitian yang jelas bisa dipertanggungjawabkan keilmiahannya. Beberapa poin penting dalam metode penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Jenis Penelitian

Masuk kategori apakah penelitian yang Anda lakukan? Berdasarkan jenisnya, penelitian dibagi menjadi kualitatif yang biasanya menekanan pada kualitas pemaparan dan kuantitatif yang  kekuatannya ada pada data akurat.

b. Tempat dan Waktu Penelitian

Anda tidak boleh menyamarkan nama tempat maupun waktu penelitian. Tulislah secara riil dimana Anda memperoleh data-data tersebut. Begitu pula penjelasan mengenai kondisi lokasinya seperti apa.

c. Bahan Penelitian

Singkatnya disebut sampel. Bisa jadi sampel ini adalah manusia yang biasa disebut responden atau informan. Namun bagi mahasiswa rumpun teknik dan sains boleh jadi sampelnya adalah benda. Nah, perbedaan dari responden dan informan sendiri adalah:

  • Responden = manusia yang memberi tanggapan dan penelitian.
  • Informan = manusia yang menguasai bidang dalam pembahasan penelitian sehingga dapat memberikan keterangan akurat.

d. Desain Penelitian

Yaitu langkah yang ditempuh demi meraih target keinginan. Desan ini biasanya dirupakan dalam diagram.

e. Data dan Sumber Data

Data di sini adalah kompilasi dari sejumlah fakta maupun informasi dalam sebuah deskripsi atau angka dengan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Sumber data sendiri bisa jadi didasarkan dari masyarakat, hewan, alat bantu, organisasi, bahkan hewan. Data primer adalah data yang Anda dapatkan sendiri lewat penelitian dan data sekunder didapatkan dari hasil penelitian orang lain.

f. Analisa Data

Merupakan sebuah teknik pengelolaan data awal beserta uraian cara menganalisisnya. Teknik penyajian analisa data bisa dalam bentuk tabulasi, pengkodean, maupun pengeditan. Tergantung pada penelitian yang dilakukan karena tidak ada penelitian memiliki kesamaan analisis data. Tapi ada sistematika yang umum digunakan beberapa perguruan tinggi seperti di bawah ini:

  1. Cover

Tent saja cover proposal membantu dosen penguji melihat atau mengasumsikan isi proposal skripsi. Ada judul, nama penyusun, NIM, lambang institusi, prodi, jurusan, universitas, tahun pembuatan.

  1. Judul

Lembar judul ini biasanya berbeda antar universitas. Jika Anda memakainya maka isi dari lembar ini hanya judul skripsi saja.

  1. Lembar Pengesahan

Kalau lembar kedua ini semuanya memakai untuk mengesahkan skripsi yang sudah lulus. Untuk uji proposal saja umumnya tetap ada lembar pengesahan hanya saja tidak perlu mencari tanda tangan dosen pembimbing. Pengesahan proposalnya dirupakan dalam bentuk tanda tangan dosen pembimbing di bagian cover.

  1. Daftar Isi

Daftar isi memang sengaja dibuat supaya yang membaca termasuk dosen penguji lebih mudah menemukan bagian yang diinginkan.

  1. Kata Pengantar

Isinya kata pengantar dari penulis sekilas tentang tujuan penulisan disertai ucapan terima kasih kepada banyak pihak yang terlibat.

  1. Daftar Tabel

Di sini berisikan daftar judul tabel yang Anda muat dalam proposal skripsi. Fungsinya untuk memudahkan pembaca mencari tabel pendukung masalah dalam pembahasan tertentu.

  1. Daftar Gambar

Semua gambar yang ada dalam proposal dicantumkan di sini. Namun jika tidak ada gambar dalam skripsi Anda maka tidak perlu ada daftar gambar.

  1. Daftar Lampiran

Surat penelitian dan semua berkas dalam penelitian ini dicantumkan dalam daftar lampiran.

  1. Bab I

Setelah semuanya tadi selesai, sekarang masuk ke bab inti. Sama seperti format sebelumnya, bab I berisi pendahuluan yang terdiri atas latar belakang, rumusan masalah, batasannya, dan tujuan.

  1. Bab II

Bab kedua ini memuat landasan teori secukupnya.

  1. Bab III

Metode penelitian tetap menjadi pembahasan dalam bab III ini. Lokasi, waktu, teknik pengumpulan data, teknik analisisnya sampaii analisis sistem ada di sini.

  1. Daftar Pustaka

Di sini dicantumkan semua literatur yang Anda pakai untuk membantu penelitian. Bisa jurnal, buku, atau bahkan literasi elektronik.

  1. Lampiran

Fotokopi dari semua berkas terkait dilampirkan di bagian terakhir skripsi.

Itu tadi struktur dari proposal skripsi. Sekarang mari mengenal beberapa tips pembantu.

Tips & Cara Membuat Skripsi Proposal Skripsi

Jika Anda merasa sangat buntu saat menentukan ide proposal skripsi, terapkanlah:

  1. Amati baik-baik berita yang berkembang di TV
  2. Bacalah banyak buku dan pahamilah teori ideal yang menyadarkan kita ada kesenjangan di lingkungan
  3. Diskusilah dengan para dosen maupun ahli pada bidang jurusan Anda.
  4. Tips Proposal Cepat ACC
  5. Pastikan judulnya belum pernah dibahas
  6. Pastikan temanya baru, unik, dekat dengan masyarakat dan bisa memberi manfaat nyata
  7. Taatilah seluruh teknik pengajuan proposal seperti yang dijelaskan
  8. Tips Membuat Proposal Kilat

Pada intinya proposal Anda akan lebih cepat selesai jika Anda segera mengerjakannya secara konsisten. Sisihkan waktu setiap hari dan berkomitmenlah dengan waktu tersebut.

 

 

 

Leave a Comment